Objek Wisata Ubud

     Hai semuaa, kemarin saya sudah memperkenalkan objek wisata dari provinsi Maluku, yaitu Banda Neira. Dan hari ini saya akan memperkenalkan objek wisata dari provinsi Bali, yaitu kota Ubud di kabupaten Gianyar. Ada apa sihh di Ubud? Yuk di simak!

      Ubud merupakan sebuah Kota yang terletak di bagian tengah pulau Bali, Indonesia, dikenal sebagai pusat tarian dan kerajinan tradisional. Hutan hujan dan terasering padi yang mengelilingi kawasan Ubud, ditambah pura dan tempat pemujaan, merupakan salah satu lanskap Bali yang paling terkenal. Terdapat situs suci kuno, yaitu Goa Gajah yang memiliki ukiran serba mendetail dan Gunung Kawi, yaitu tempat pemujaan yang diukir dari batu. 
      Tahu kah kalian? Nama Ubud sendiri berasal dari kata Ubad yang memiliki arti sebagai obat. Ubud telah ada saat Bali masih pada zaman kerajaan. Saat ini, Ubud berkembang menjadi desa wisata budaya yang sangat terkenal hingga mancanegara.
Banyak sekali rekomendasi wisata yang terletak di Ubud, kalian mau tau gaa? Ini dia:

1. Monkey Forest Ubud atau Mandala Suci Wenara Wana
     Kawasan Ubud yang masih alami salah satunya dapat dilihat di Monkey Forest Ubud atau Mandala Suci Wenara Wana. Dilansir dari monkeyforestubud.com, ada ratusan monyet yang dapat ditemui di sana. Selain itu, banyak juga tumbuhan langka yang dapat dimanfaatkan untuk ritual maupun institusi pendidikan.
     Lokasinya berada di desa adat Padangtegal, Ubud. Di dalam hutan terdapat Pura Dalem Agung Padangtegal yang merupakan pura kuno nan artistik. Pura ini diyakini sebagai sumber kesucian bagi candi-candi lainnya.
     Tiket masuk saat weekday yakni Rp 80 ribu untuk dewasa, Rp 60 ribu untuk anak-anak. Sedangkan saat weekend, harganya Rp 100 ribu untuk dewasa, Rp 80 ribu untuk anak-anak. Objek wisata ini buka setiap hari pukul 09.00-18.00 Wita.

2. Bali Bird Walks
     Di lansir dari balibirdwalk.com, kalian bisa melihat 100 spesies burung. 30 spesies di antaranya ialah fauna endemik Indonesia, seperti jalak bersayap hitam dan pelatuk berkepala merah. Tempat konservasi burung ini sudah 25 tahun didirikan oleh Wayan Sumadi.
    Lokasinya berada di Penestanan Kelod, Tjampuhan Ubud, Bali. Selain burung, detikers bisa menyaksikan kupu-kupu yang dikembangbiakkan di sana. Dengan biaya USD 37 atau sekitar Rp 555 ribu (konversi Rp 15 ribu per dolar AS), Anda akan mendapatkan makan, kopi dan teh, serta tersedia teropong yang jumlahnya terbatas.
    Objek ini buka setiap Senin, Selasa, Jumat, dan Sabtu pagi dengan titik star di tanda Bali Bird Walks atau Warung Murni pukul 09.00 Wita. Kemudian dilanjutkan makan siang hingga pukul 12.30 Wita.

3. Pasar Seni Ubud
   Setelah jalan-jalan di alam Ubud, yuk coba masuk ke Pasar Seni Ubud. Kalian bisa melihat banyak pilihan cendera mata khas Bali yang bisa dibeli. Di sini juga banyak kafe, toko-toko perhiasan, toko baju hingga toko oleh-oleh khas Bali. Sebagai pasar tradisional, tawar-menawar harga menjadi sebuah proses yang menyenangkan.
   Pasar Seni Ubud berada di Jalan Raya Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Di pagi hari, pasar ini digunakan sebagai pasar sembako, sedangkan sore hari digunakan untuk menjual suvenir.

4.Arum Jeram Sungai Ayung
    Ingin menikmati alam Ubud dengan cara berbeda? Kalian bisa mencoba berarung jeram di Sungai Ayung, sungai terpanjang di Bali. Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, rafting di sini aman untuk pemula karena arusnya tidak terlalu deras.
    Anda akan menikmati medan arung jeram di Sungai Ayung sekitar 10 km atau kurang lebih 1,5-2 jam. Terdapat beberapa pengelola rafting yang ada di Ubud. Masing-masing menetapkan harga berbeda dengan fasilitas yang berbeda pula.

    Jadi inilah beberapa objek wisata yang terletak pada ubud. Tertarik untuk pergi ke sana ga? Pasti dongg! Ohya, terimakasih sudah membaca blog milik saya. Saya akhiri dengan terimakasih. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia Kita Berbeda